Umat Kristen Paling
Banyak Mendapat Kekerasan Beragama di 2012

Bursa Otomotif - The Wahid Institute melaporkan sebanyak 274
kasus dan 363 tindakan pelanggaran atau kekerasan beragama di Indonesia terjadi
sepanjang tahun 2012.
Umat Kristen/Katolik adalah kelompok yang paling rentan
mengalami pelanggaran hak-hak beragama.
"Persoalan yang sering menimpa umat Kristiani paling
banyak menyangkut rumah ibadah dan pelarangan aktifitas keagamaan seperti
ibadah dan kebaktian," ujar Yenni Wahid, Direktur Eksekutif The Wahid
Institute, dalam siaran persnya yang dihadiri Tribunnews.com, Jakarta, Jumat
(28/12/2012).
Menurut Yenny, pelarangan pendirian tempat ibadah umat
Kristiani disebabkan pemerintah tidak paham bahwa Kristen di Indonesia memiliki
berbagai sekte atau denominasi dimana satu dengan lainnya berbeda.
"Keberadaan satu denominasi di satu wilayah membutuhkan
rumah ibadah. Mereka biasanya tidak bisa beribadah di gereja yang berbeda
denominasinya," kata pemilik nama lengkap Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman
Wahid itu.
Pemerintah setempat, lanjut Yenny, tidak bisa menerima
perbedaan denominasi sehingga melakukan pembatasan.
Aliran atau kelompok diduga sesat juga menjadi bulan-bulanan
kekerasan beragama dengan 25 kasus.
"Aparat negara selalu menggunakan sudut pandang aliran
mainstream dalam menilai aliran-aliran baru tersebut. Perbedaan dengan mainstream
dinilai bentuk kesalahan," ujar bekas koresponden surat kabar The Sydney
Morning Herald, terbitan Australia.
Jemaat Ahmadiyah dan Syiah juga terus mengalami pelanggaran
beragama. Syiah bahkan mengalami tahun terburuk di tahun 2012 dimana terjadi kekerasan
di Sampang, Madura.
"Bahkan Gubernur Jawa Timur sendiri menerbitkan
peraturan gubernur tentang pengawasan aliran sesat," kata putri kedua
almarhum Gus Dur itu.
Berikut adalah statistik korban pelanggaran kebebasan
beragama sepanjang tahun 2012.
Kristen/Katolik: 37
Kelompok terduga sesat: 25
Individu: 14
Jemaat Ahmadiyah Indonesia: 13
Syiah: 4
Pelaku usaha: 2
Kepercayaan lokal: 2
Lembaga pendidikan: 2
Narapidana: 1
Kelompok terduga sesat: 25
Individu: 14
Jemaat Ahmadiyah Indonesia: 13
Syiah: 4
Pelaku usaha: 2
Kepercayaan lokal: 2
Lembaga pendidikan: 2
Narapidana: 1










Ada serangan trojan baru yang
berbahaya dan menyebar cepat melalui SMS. (Thinkstock)Para peneliti di Symantec
menemukan, beberapa ponsel terinfeksi trojan - kemudian ponsel yang terinfeksi
itu akan menyerang ponsel lainnya, dengan mengirim SMS ke nomor telepon di buku
alamat mereka.
